Pedak, 22 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi pertanian masyarakat, Pemerintah Desa Mokel menggelar kegiatan Pelatihan Kemitraan untuk Pengembangan Hasil Produksi Pertanian. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Mokel dan diikuti oleh para petani serta pelaku usaha pertanian lokal.


Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Mokel, Fransiskus Kelang, yang dalam sambutannya selamat datang untuk 40 orang peserta yang di utus dari berbagai kelompok tani yang ada di desa mokel dan menegaskan pentingnya inovasi dan kerja sama dalam pengembangan sektor pertanian di desa. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi desa untuk mendorong pertanian sebagai sektor unggulan ekonomi masyarakat.
Sebagai pemateri utama, hadir Rikardus K. Dura, S.Hut, Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kota Komba Utara. Dalam sesi pelatihan, beliau memaparkan materi bertema Kemitraan untuk Pengembangan Hasil Produksi Pertanian.
Kemitraan sebagai Solusi Strategis
Dalam paparannya, Rikardus menekankan bahwa kemitraan antara petani dan pihak ketiga, seperti koperasi, perusahaan swasta, maupun lembaga keuangan, merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian. Menurutnya, kemitraan tidak hanya memberikan akses terhadap pasar yang lebih luas, tetapi juga membuka jalan bagi petani untuk mendapatkan pembinaan teknis, akses modal, dan jaminan harga.
“Petani tidak boleh bekerja sendiri. Kemitraan adalah jembatan antara produksi dan pasar, antara petani dan teknologi, antara desa dan kemajuan,” ujar Rikardus.
Ia juga menjelaskan beberapa model kemitraan yang dapat diterapkan, seperti:
- Kemitraan produksi, di mana perusahaan menyediakan sarana produksi dan teknologi kepada petani.
- Kemitraan pemasaran, yang menjamin hasil panen petani terserap oleh pasar mitra.
- Kemitraan pembiayaan, dengan melibatkan lembaga keuangan mikro untuk mendukung modal kerja petani.
Hasil dan Harapan
Para peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Banyak di antara mereka berharap agar pemerintah desa dan kecamatan dapat memfasilitasi tindak lanjut dari pelatihan ini dalam bentuk perjanjian kerja sama dengan pihak-pihak yang relevan.

Kepala Desa Fransiskus Kelang menutup kegiatan dengan harapan bahwa pelatihan ini menjadi awal dari transformasi pertanian di Desa Mokel menuju sistem yang lebih modern mengingat desa mokel salah satu desa dengan luas persawahan terbesar di kecamatan kota komba utara .
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi petani dan membuka ruang-ruang kerja sama yang menguntungkan,” tegas Fransiskus.





